Sabtu, 07 April 2012

Solusi Banjir Ala Hidayat Nur Wahid



Calon Gubernur DKI Jakarta, Hidayat Nur Wahid rela berbasah-basahan dengan turun langsung
ke banjir yang melanda komplek perumahannya di Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (3/4/2012)

TEMPO.CO , Jakarta:- Persoalan banjir bagi warga Jakarta sudah menjadi masalah klasik. Ini menjadi tantangan bagi semua calon Gubernur DKI Jakarta 2012-2017 nanti. Hidayat Nur Wahid, calon dari Partai Keadilan Sejahtera, telah menyiapkan tiga butir solusi untuk menanganinya. Bagaimanakah solusi ala Hidayat?

Pertama, "Dengan menghadirkan sikap hidup disiplin dimulai dari membuang sampah tidak sembarangan agar tidak terjadi pendangkalan sungai," kata Hidayat ketika dihubungi Rabu 4 April 2012. "Disiplin bisa menjadi solusi."


Selanjutnya, menurut Hidayat, membudayakan cinta Jakarta. "Apabila cinta Jakarta, akan menjaga lingkungan Jakarta," ujarnya. Ketiga, kata dia, yang tidak kalah penting bahwa gubernur DKI nanti harus mempunyai kemampuan berkomunikasi dan bekerjasama dengan pemerintah pusat dan Kementerian Pekerjaan Umum, juga pemerintah daerah Jawa Barat serta Walikota Depok dan Bogor.

Apabila komunikasi antara Gubernur DKI dan pemerintah pusat lancar, menurut Hidayat, bisa mendorong pemerintah mengeluarkan dana untuk mengeruk sungai yang melintasi wilayah Jakarta karena banjir di Ibu Kota disebabkan hujan dan banjir kiriman. "Dari 13 sungai, ada 2 sungai yang mengalir di dua provinsi, dan itu menjadi tanggung jawab pemerintah pusat," ujarnya.

HNW dan Istri dr Diana Abbas Thalib


Strategi lain, kata Hidayat, dengan cara pemerintah DKI Jakarta membeli lahan di Jawa Barat yang masih kosong untuk dijadikan situ atau danau. "Jadi sebelum air dari banjir kiriman itu ke Jakarta, bisa dibelokkan ke situ atau danau buatan," kata Mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat.

Dengan cara itu, menurutnya, akan ada stok air yang bisa digunakan untuk menunjang kebutuhan air. Keuntungan lain, bisa dijadikan tempat wisata, dan tempat pemeliharaan ikan.

Anggota DPR dari PKS ini juga menyiapkan pendekatan lain, yaitu dengan mengalirkan air dari Bendungan Katu Lampa dan Depok dialirkan ke tempat lain melalui pipa-pipa. "Jadi sudah dicegat dari hulu," katanya. Namun, lanjut Hidayat, untuk bisa melakukan semua itu perlu komunikasi. Gubernur DKI Jakarta harus bisa menjadikan DKI sebagai pemimpin dalam koordinasi dan meyakinkan pemerintah daerah lain, seperti Jawa Barat, Depok, dan Bogor, program itu juga menguntungkan mereka.

Hidayat baru saja menjadi korban banjir. Rumah pribadinya di kompleks 79, RT 11 RW 02, Kemang, Jakarta Selatan, Selasa 3 April 2012 dini hari kebanjiran. Meskipun tidak ada dokumen atau barang berharga yang rusak, tetapi gara-gara banjir itu, sekitar 30 ikan koi yang ada di kolam depan rumahnya sempat berhamburan hingga masuk ke dalam rumah.

RINA WIDIASTUTI


*http://www.tempo.co/read/news/2012/04/05/228394877/Solusi-Banjir-Ala-Hidayat-Nur-Wahid

Tidak ada komentar:

Posting Komentar